YAHUKIMO - Di tengah kehangatan matahari Papua Pegunungan, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya menjaga perbatasan, namun juga merajut erat tali persaudaraan dengan masyarakat Yahukimo. Sebuah inisiatif luar biasa terwujud melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan warga setempat, bahu-membahu memperbaiki sebuah gubuk sederhana yang menjadi tempat peristirahatan berharga.
Suasana keakraban begitu terasa di Pos Marinir Kekey, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (9/4/2026). Di bawah langit biru, para prajurit Marinir dan warga lokal bekerja sama, menyatukan tenaga untuk memperkuat struktur gubuk. Material alami seperti daun sagu untuk atap rumbia dan kayu kokoh menjadi saksi bisu semangat kebersamaan yang membumbung tinggi.

Bagi warga yang sehari-hari bergelut di kawasan hutan, gubuk singgah ini bukan sekadar bangunan, melainkan oase di tengah lelahnya aktivitas. Ia menjadi tempat berharga untuk melepaskan penat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Pengalaman ini bukan sekadar membangun, tapi juga merawat kearifan lokal yang mengakar kuat di tanah Papua.
“Gubuk ini sangat membantu kami. Kalau pulang dari hutan, kami bisa singgah dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah, ” ujar salah satu warga setempat, mengungkapkan betapa vitalnya peran gubuk tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pemanfaatan material alami tidak hanya berpihak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi cerminan budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat Papua, sebuah warisan berharga yang terus dijaga.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar perbaikan fisik. Ini adalah upaya strategis untuk memperkuat sinergi dan memupuk rasa kekeluargaan antara aparat negara dan masyarakat yang mereka layani.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat. Kami ingin kehadiran Marinir benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, ” kata Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Beliau juga tak lupa mengingatkan seluruh prajuritnya untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap menjalankan tugas negara.
“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegasnya.
Dengan selesainya perbaikan gubuk singgah ini, diharapkan fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih dari itu, momen ini menjadi bukti nyata sinergi positif yang tercipta antara TNI dan masyarakat, sebuah simbol kebersamaan yang kokoh di wilayah perbatasan Indonesia. (PERS)

Updates.